Diet Golongan Darah

Mengapa Diet Golongan Darah Tidak Disarankan Ahli

Diet golongan darah sempat populer berkat klaim bahwa setiap tipe darah (A, B, AB, O) membutuhkan pola makan berbeda untuk mencapai berat badan ideal dan kesehatan optimal. Namun, para ahli gizi dan dokter justru tidak merekomendasikan pendekatan ini. Mengapa?

Tidak Ada Dasar Ilmiah yang Kuat

Konsep diet golongan darah pertama kali dipopulerkan oleh Peter D’Adamo pada 1996. Ia berargumen bahwa golongan darah berevolusi seiring perubahan pola makan manusia sepanjang sejarah. Sayangnya, berbagai studi ilmiah gagal membuktikan hubungan antara golongan darah dan kebutuhan nutrisi spesifik. Sebuah penelitian besar yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition (2013) menyimpulkan bahwa tidak ada bukti kuat yang mendukung efektivitas diet ini. Hasil positif yang dialami beberapa orang lebih disebabkan oleh pengurangan makanan olahan dan peningkatan konsumsi sayur—bukan karena penyesuaian golongan darah.

Risiko Kekurangan Nutrisi

Diet ini sering membatasi kelompok makanan tertentu secara tidak perlu. Misalnya, pemilik golongan darah O disarankan menghindari susu dan gandum, sementara golongan A diminta menjauhi daging merah. Pembatasan ini berpotensi menyebabkan defisiensi nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, atau vitamin B12 jika tidak diimbangi dengan sumber alternatif yang tepat. Bagi Anda yang ingin menjaga keseimbangan nutrisi harian, lebih baik berkonsultasi dengan ahli gizi terpercaya seperti yang tersedia di https://radicalgraphics.org/ untuk panduan personalisasi yang berbasis bukti ilmiah.

Pendekatan yang Lebih Bijak untuk Pola Makan Sehat

Alih-alih mengikuti diet berdasarkan golongan darah, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih universal dan berkelanjutan:

  • Konsumsi makanan utuh: Perbanyak sayuran, buah, biji-bijian utuh, protein tanpa lemak, dan lemak sehat.
  • Batasi olahan: Kurangi gula tambahan, makanan cepat saji, dan minuman manis.
  • Sesuaikan dengan kondisi tubuh: Pertimbangkan faktor seperti usia, aktivitas fisik, riwayat penyakit, dan preferensi pribadi.
  • Konsistensi jangka panjang: Fokus pada kebiasaan yang bisa dipertahankan seumur hidup, bukan diet ketat jangka pendek.

Kesimpulan

Diet golongan darah mungkin terdengar menarik karena menjanjikan solusi personalisasi. Namun, tanpa dukungan riset yang valid, metode ini berisiko menyesatkan dan mengganggu keseimbangan nutrisi. Untuk mencapai kesehatan optimal, pilihlah pendekatan berbasis sains yang telah teruji keamanan dan efektivitasnya. Tubuh Anda layak mendapatkan panduan nutrisi yang tepat—bukan sekadar tren tanpa dasar.