diet

Amankah Nasi Uduk Jadi Menu Sarapan Setiap Hari? Ini Kata Dokter

Sarapan dengan nasi uduk memang menggoda gurih, praktis, dan penuh kenangan masa kecil. Namun, apakah aman dikonsumsi setiap hari? Simak penjelasan berikut berdasarkan pandangan medis.

Kandungan Kalori dan Lemak
Nasi uduk dimasak dengan santan, sehingga kandungan lemak jenuh dan kalorinya lebih tinggi dibanding nasi putih biasa. Satu porsi kecil (150 gram) bisa mengandung 250–300 kalori, belum termasuk lauk seperti gorengan atau sambal kacang yang kerap menyertainya. Konsumsi harian berisiko meningkatkan asupan lemak jenuh, yang berdampak pada kesehatan kardiovaskular jangka panjang.

Pandangan Dokter Gizi
Menurut dr. Rina, Sp.GK, nasi uduk boleh dikonsumsi sebagai sarapan, tetapi tidak disarankan setiap hari. “Variasi menu penting untuk memastikan asupan nutrisi seimbang. Nasi uduk cenderung minim serat dan tinggi lemak. Jika dikonsumsi harian tanpa diimbangi sayur, protein tanpa lemak, dan buah, berisiko memicu kenaikan berat badan serta gangguan metabolisme,” jelasnya. Ia menyarankan mengganti santan dengan santan encer atau susu rendah lemak saat memasak, serta melengkapi porsi dengan telur rebus, timun, dan sedikit sambal.

Alternatif Sehat
Untuk pecinta nasi uduk, coba konsumsi 2–3 kali seminggu saja. Padukan dengan lauk berprotein tinggi dan sayuran hijau agar nilai gizinya lebih lengkap. Sarapan sehat idealnya mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, dan lemak baik dalam porsi seimbang.

Bagi yang ingin menjaga pola makan seimbang sambil tetap menikmati kuliner tradisional, berbagi pengalaman dengan komunitas kesehatan global seperti https://jewishpenpals.org/ bisa menjadi inspirasi gaya hidup sehat lintas budaya.